TEDxJakarta 13 “Jagad Manusia”

It’s almost that time of the year. The day you don’t want to miss.
A day filled with ideas worth sharing and conversations worth having.
Yes, TEDxJakarta is back with 
“Jagad Manusia” this September 2018.

Get ready to embark on a journey to a new ‘universe of mankind’, and take a closer look at the historical landmarks we humans have created.

register me
 

JAGAD MANUSIA

From the first time we decided to make better use of our opposable thumb, we have appeared on top of the food chain. And as we end our thousands of years of hunting and gathering, settle down, and experiment with farming and herding, the earth enters a new epoch in the geological time scale: The anthropocene. An extraordinary achievement, knowing our brief existence in this blue planet, while never before an era was driven by a single species.

But, having a geological time scale attributed to us doesn’t necessarily mean we’re doing a good job. Humanity have their impediment, our passion can sometimes be so divisive and our presence may scarred the earth to years and years to come.

The earth is not the only place where we leave our mark. We also already leave our mark in the cosmos. In this time of compartmentalization and false nostalgia, ironically, the Space Age Magellan, Cheng Ho, and Ibn Battuta may already walk among us.

So join us where the universe is the stage and mankind is the actor.

~

Sedari awal kita belajar mengasah peralatan bebatuan, kita telah berdiri di puncak rantai makanan. Dan ketika gaya hidup pemburu-pengumpul berakhir, dan mulai bercocok tanam, dunia ini memasuki era geologis terbaru: Antroposen. Pencapaian yang luar biasa mengingat keberadaan singkat kita di planet biru ini–belum pernah era geologis dinamakan oleh satu spesies.

Akan tetapi, memiliki kala dinamakan karena keberadaan kita tidak selalu berarti itu suatu keberhasilan. Manusia memiliki kekurangannya, hasrat kita kadang kala membuat kita saling beradu, dan kehadiran kita meninggalkan jejasnya yang akan membekas bertahun kedepan.

Malah, bumi mungkin bukan satu-satunya tempat kita akan meninggalkan goresan, kita telah meninggalkan jejak di semesta. Dan walaupun kini kita masih saling berkubu dan merevisi kenangan semu, Mpu Nala dan Pati Unus di era ruang angkasa mungkin telah hadir di antara kita.

Maka marilah bergabung di mana jagad raya menjadi panggung dan umat manusia menjadi pemerannya.

In the adventure of Jagad Manusia, we will evoke your emotional and intellectual responses. Together, we will ponder upon our existence as one of the agencies in this universe. On how our demeanor triggers revolution which embeds many other momentous events. On how our expansion as human beings to every nook and corners of the earth has always bring a big cost. On how us, the tiny Homo Sapiens, managed to rule the world.

When & Where

 

Saturday, September 8th, 2018

Balai Sarbini, Jakarta

Doors open at 10 am

Day(s)

:

Hour(s)

:

Minute(s)

:

Second(s)

Announcement from the organizer

We are trying something different this year. As you may know, a typical TEDxJakarta event would be hosted for free, albeit may consume some time and energy to register. It can be in a form of an essay (#11: Haphazard, 2016) or a personality test (#12: Niyata, 2017).

Each has its own merit. The essay, for instance, helps us—the volunteers, to understand audiences benefited the most from the talks. Then again, it’s not without its disadvantage. Curating 200-ish audiences by reading each of the 300 words essay from the 1500’s submission within a week would definitely provide a large room for imperfection.

Aside to that, without any form of monetary compensation, doing a small labor of 300 words essay can function as a form of payment. It can drive registered audience to commit attending our event—a commitment cost, if you will. But unfortunately, the arduous tests wasn’t laborious enough to function as a commitment cost. A number of selected audience didn’t attend.

We therefore task ourselves with two objectives. First, a registration system with small inaccuracies.The second is to include more attendees in our TEDxJakarta audience experience. With this in mind, now here we are at the beginning of this letter; Announcing another means or registration on our 13th event: with payments. A first-time-decision taken with lots of considerations.

TEDxJakarta 13th, “Jagad Manusia” registration will be divided into 3 batches:

  1. 6 – 10 August 2018, with admission fee IDR 195.000
  2. 11 – 17 August 2018, with admission fee IDR 273.000
  3. 18 – 26 August 2018, with admission fee IDR 389.000

 

However, we must add that we do still believe that knowledge should be shared unconditionally. We therefore will provide scholarship for selected audience by means we considered fruitful: A 300 words essay. What can we say; we’re sucker for a good story.

The registration button below will be activated according to above-mentioned schedule.
For scholarship application, the button and the form will be opened on 6-12 August 2018.

We hope we get you excited as we are. And we really hope that this announcement doesn’t dishearten you to register. We have the best intention to have a bigger event, a better audience experiences, and a more ideas worth spreading.

 

Warmest regards,
TEDxJakartaTeam

Pengumuman dari penyelenggara

Kami akan mencoba sesuatu yang baru tahun ini. Sebelumnya Anda dapat menghadiri TEDxJakarta tanpa mengeluarkan biaya. Meskipun dapat memakan waktu dan tenaga pada saat mendaftar, baik untuk mengisi esai (ingat TEDxJakarta ke-11: Haphazard di tahun 2016?) maupun untuk tes kepribadian (ke-12: Niyata di tahun 2017).

Setiap proses tentu memiliki kelebihan. Esai dapat membantu kami, para relawan, untuk lebih memahami peserta melalui tuturan langsung dari mereka. Selain itu, usaha untuk menulis esai 300 kata dapat kami anggap sebagai pengganti proses berbayar, sehingga pendaftar akan menumbuhkan rasa keterikatan untuk hadir.

Tetapi, proses ini juga memiliki kekurangan. Memilah sekitar 200 dari 1500 peserta dengan membaca esai yang tidak sedikit dalam waktu satu minggu akan tidak luput dari kesalahan. Ditambah lagi, proses ini juga ternyata belum cukup mengikat kehadiran peserta sehingga masih ada sejumlah peserta yang tidak hadir saat acara.

Saat ini kami memiliki dua tujuan utama. Pertama, sistem pendaftaran dengan akurasi tinggi. Kedua, usaha merangkul lebih banyak hadirin untuk mendapatkan pengalaman panggung TEDxJakarta.

Kembali ke maksud awal tulisan ini, kami ingin mengumumkan cara lain untuk pendaftaran kali ini: Berbayar. Keputusan ini kami ambil dengan penuh pertimbangan dari seluruh acara-acara TEDxJakarta sebelumnya.

Pendaftaran TEDxJakarta akan dibagi menjadi 3 fase:

  1. 6 – 10 Agustus 2018, dengan biaya Rp195.000
  2. 11 – 17 Agustus 2018, dengan biaya Rp273.000
  3. 18 – 26 Agustus 2018, dengan biaya Rp389.000

 

Bagaimanapun, kami masih berpegang pada prinsip bahwa ide-ide harus digaungkan tanpa syarat. Dengan alasan ini, kami akan tetap menyediakan beasiswa melalui proses yang sudah pasti bermanfaat: Esai 300 kata. (Apa boleh buat, kami cukup lemah mendengar cerita yang menggugah)

Tombol-tombol di bawah ini akan aktif sesuai jadwal yang tertera di atas.
Sedangkan untuk pendaftaran beasiswa, tombol dan fomulir akan dibuka pada tanggal 6-12 Agustus 2018.

Kami harap Anda sama bersemangatnya seperti kami.
Itikad kami adalah acara yang lebih besar, pengalaman yang lebih kaya, dan lebih banyak ide layak gaung.

 

Salam hangat,
TEDxJakartaTeam